Skip to main content

اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا   ( الانسان: ٩ )

innamā
إِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
nuṭ'ʿimukum
نُطْعِمُكُمْ
kami memberi makan kepadamu
liwajhi
لِوَجْهِ
karena mengharap keridhaan
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
لَا
tidak
nurīdu
نُرِيدُ
kami mengharap
minkum
مِنكُمْ
dari kamu
jazāan
جَزَآءً
balasan
walā
وَلَا
dan tidak
shukūran
شُكُورًا
terima kasih

'Innamā Nuţ`imukum Liwajhi Allāhi Lā Nurīdu Minkum Jazā'an Wa Lā Shukūrāan. (al-ʾInsān 76:9)

Artinya:

(sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu. (QS. [76] Al-Insan : 9)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

8-9. Dan amalan lain yang mereka lakukan adalah mereka memberikan makanan sesuai dengan kemampuannya yang disukainya kepada orang miskin yang amat membutuhkan, anak yatim dan orang yang ditawan baik tertawan karena peperangan maupun karena terbelenggu oleh perbudakan, sambil berkata, “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.10. Orang-orang yang disebut al-abràr yang selalu berbuat baik juga menegaskan bahwa pemberian tersebut semata karena mengharap rida Allah dan rasa takut akan azab. Seperti yang disebut pada ayat ini. Sungguh, kami takut akan azab Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.”