Skip to main content

فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ  ( ٱلنَّازِعَات: ٢٥ )

fa-akhadhahu
فَأَخَذَهُ
maka mengambil/menyiksanya
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
nakāla
نَكَالَ
siksa
l-ākhirati
ٱلْءَاخِرَةِ
akhirat
wal-ūlā
وَٱلْأُولَىٰٓ
dan dunia

“Fa'akhadhahu Allāhu Nakāla Al-'Ākhirati Wa Al-'Ūlaá.” (an-Nāziʿāt/79:25)

Artinya:

“Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia.” (QS. An-Nazi'at: 25)

Pertandingan melawan para pesihir akhirnya dihelat dan memunculkan Nabi Musa sebagai pemenang. Mereka lantas beriman kepada Nabi Musa. Merasa terancam, Fir‘aun mengejar Nabi Musa dan pengikutnya hingga pinggir Laut Merah. Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dengan siksaan yang pedih dan siksaan di dunia dengan menenggelamkannya di Laut Merah bersama para prajuritnya.