Skip to main content

يُجَادِلُوْنَكَ فِى الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَاَنَّمَا يُسَاقُوْنَ اِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُوْنَ ۗ   ( ٱلْأَنْفَال: ٦ )

yujādilūnaka
يُجَٰدِلُونَكَ
mereka akan membantahmu
فِى
tentang
l-ḥaqi
ٱلْحَقِّ
kebenaran
baʿdamā
بَعْدَمَا
sesudah
tabayyana
تَبَيَّنَ
apa
ka-annamā
كَأَنَّمَا
nyata
yusāqūna
يُسَاقُونَ
seakan-akan
ilā
إِلَى
mereka dihalau
l-mawti
ٱلْمَوْتِ
kepada
wahum
وَهُمْ
kematian
yanẓurūna
يَنظُرُونَ
dan/sedang mereka

“Yujādilūnaka Fī Al-Ĥaqqi Ba`damā Tabayyana Ka'annamā Yusāqūna 'Ilaá Al-Mawti Wa Hum Yanžurūna.” (al-ʾAnfāl/8:6)

Artinya:

“mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu).” (QS. Al-Anfal: 6)

Sebagai bukti ketidaksenangan mereka untuk keluar ke Badar, mereka, yakni golongan yang enggan berperang itu membantahmu wahai Nabi Muhammad tentang kebenaran, yakni keharusan keluar kota menghadang kafilah setelah nyata bahwa mereka pasti akan menang sesuai janji Allah. Karena ketidaksenangan mereka yang didasari rasa enggan dan takut pada akibat-akibat perang itu, seakan-akan ketika berangkat menuju medan laga, mereka bagaikan orang yang dihalau menuju kepada kematian, sedang mereka terus-menerus melihat sebab-sebab kematian itu.