Skip to main content

اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ  ( ٱلْمُطَفِّفِين: ١٣ )

idhā
إِذَا
apabila
tut'lā
تُتْلَىٰ
dibacakan
ʿalayhi
عَلَيْهِ
atasnya/kepadanya
āyātunā
ءَايَٰتُنَا
ayat-ayat Kami
qāla
قَالَ
ia berkata
asāṭīru
أَسَٰطِيرُ
dongen-dongen
l-awalīna
ٱلْأَوَّلِينَ
orang-orang dahulu

“'Idhā Tutlaá `Alayhi 'Āyātunā Qāla 'Asāţīru Al-'Awwalīna.” (al-Muṭaffifīn/83:13)

Artinya:

“yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “Itu adalah dongeng orang-orang dahulu.”” (QS. Al-Mutaffifin: 13)

Itulah orang yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, yaitu Al-Qur’an yang berisi ajaran Islam yang mulia, dia berkata sembari menertawakannya, “Itu adalah dongeng dan bualan orang-orang dahulu.”