Skip to main content

اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَۖ  ( ٱلْمُطَفِّفِين: ٢٩ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ajramū
أَجْرَمُوا۟
(mereka) berdosa
kānū
كَانُوا۟
adalah mereka
mina
مِنَ
dari
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
āmanū
ءَامَنُوا۟
beriman
yaḍḥakūna
يَضْحَكُونَ
menertawakan

“'Inna Al-Ladhīna 'Ajramū Kānū Mina Al-Ladhīna 'Āmanū Yađĥakūna.” (al-Muṭaffifīn/83:29)

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Mutaffifin: 29)

Berbeda dari orang-orang berbakti yang selalu beriman dan beramal saleh, sesungguhnya orang-orang yang berdosa dan kafir adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman, terutama yang fakir dan miskin. Mereka beranggapan bahwa agama yang benar adalah yang banyak diikuti oleh kaum bangsawan dan kaya.