Skip to main content

ثُمَّ يَتُوْبُ اللّٰهُ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ   ( ٱلتَّوْبَة: ٢٧ )

thumma
ثُمَّ
kemudian
yatūbu
يَتُوبُ
menerima taubat
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
min
مِنۢ
dari
baʿdi
بَعْدِ
sesudah
dhālika
ذَٰلِكَ
demikian/itu
ʿalā
عَلَىٰ
atas/dari
man
مَن
orang
yashāu
يَشَآءُۗ
Dia kehendaki
wal-lahu
وَٱللَّهُ
dan Allah
ghafūrun
غَفُورٌ
Maha Pengampun
raḥīmun
رَّحِيمٌ
Maha Penyayang

“Thumma Yatūbu Allāhu Min Ba`di Dhālika `Alaá Man Yashā'u Wa Allāhu Ghafūrun Raĥīmun.” (at-Tawbah/9:27)

Artinya:

“Setelah itu Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. At-Taubah: 27)

Meskipun dahulu mereka menentang agama Islam, namun jika setelah itu mereka bertobat secara tulus, Allah akan menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada siapa saja yang bertobat kepada-Nya.