Skip to main content

هُنَالِكَ تَبْلُوْا كُلُّ نَفْسٍ مَّآ اَسْلَفَتْ وَرُدُّوْٓا اِلَى اللّٰهِ مَوْلٰىهُمُ الْحَقِّ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ࣖ   ( يُونُس: ٣٠ )

hunālika
هُنَالِكَ
disanalah
tablū
تَبْلُوا۟
merasakan
kullu
كُلُّ
tiap-tiap
nafsin
نَفْسٍ
diri/jiwa
مَّآ
apa
aslafat
أَسْلَفَتْۚ
telah terdahulu
waruddū
وَرُدُّوٓا۟
dan mereka dikembalikan
ilā
إِلَى
kepada
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
mawlāhumu
مَوْلَىٰهُمُ
Pelindung mereka
l-ḥaqi
ٱلْحَقِّۖ
benar
waḍalla
وَضَلَّ
dan lenyaplah
ʿanhum
عَنْهُم
dari mereka
مَّا
apa
kānū
كَانُوا۟
adalah mereka
yaftarūna
يَفْتَرُونَ
mereka adakan

“Hunālika Tablū Kullu Nafsin Mā 'Aslafat Wa Ruddū 'Ilaá Allāhi Mawlāhum Al-Ĥaqqi Wa Đalla `Anhum Mā Kānū Yaftarūna.” (al-Yūnus/10:30)

Artinya:

“Di tempat itu (padang Mahsyar), setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya (dahulu) dan mereka dikembalikan kepada Allah, pelindung mereka yang sebenarnya, dan lenyaplah dari mereka apa (pelindung palsu) yang mereka ada-adakan.” (QS. Yunus: 30)

Selanjutnya Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa di tempat itu, yakni di padang Mahsyar, setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya ketika di dunia dan setelah kematian menjemputnya, mereka dikembalikan kepada Allah, pelindung mereka yang sebenarnya, tidak ada pelindung selain Dia, dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan sebagai sembahan dan pelindung palsu.