Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ
dan mereka minta disegerakan kepadamu
بِٱلسَّيِّئَةِ
dengan keburukan/siksa
قَبْلَ
sebelum
ٱلْحَسَنَةِ
kebaikan
وَقَدْ
dan/padahal sungguh
خَلَتْ
telah lewat/terjadi
مِن
dari
قَبْلِهِمُ
sebelum mereka
ٱلْمَثُلَٰتُۗ
beberapa contoh
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
رَبَّكَ
Tuhanmu
لَذُو
sungguh mempunyai
مَغْفِرَةٍ
ampunan
لِّلنَّاسِ
bagi manusia
عَلَىٰ
atas
ظُلْمِهِمْۖ
kezaliman mereka
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
رَبَّكَ
Tuhanmu
لَشَدِيدُ
sungguh sangat berat
ٱلْعِقَابِ
siksaan

Wa Yasta`jilūnaka Bis-Sayyi'ati Qabla Al-Ĥasanati Wa Qad Khalat Min Qablihim Al-Mathulātu Wa 'Inna Rabbaka Ladhū Maghfiratin Lilnnāsi `Alaá Žulmihim Wa 'Inna Rabbaka Lashadīdu Al-`Iqābi.

Tafsir Bahasa:

Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka. Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezhaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya.

(6) Setelah mendustakan Rasul dan mengingkari azab hari kiamat, mereka mengingkari pula azab di dunia yang telah diancamkan oleh Rasulullah kepada mereka. Mereka meminta kepadanya agar siksa yang telah diancamkan kepada mereka disegerakan datangnya. Semestinya mereka memohon kebaikan dan keselamatan dari turunnya azab dan mengharapkan pahala yang dijanjikan oleh Rasulullah di akhirat. Padahal bermacam-macam azab telah ditimpakan Allah kepada umat-umat yang mendustakan para rasul sebelumnya. Di antara mereka ada yang diubah rupa dan sifatnya menjadi seperti kera, ada pula yang dihancurkan dengan gempa bumi, dan sebagainya. Tentang keadaan mereka yang lebih suka menantang turunnya azab daripada meminta kebaikan disebutkan pula dalam firman Allah; Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Al-Quran) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (al-Anfal/8; 32) Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai ampunan yang luas terhadap dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dan menutupi kesalahan-kesalahannya pada hari kiamat. Seandainya tidak bersifat Maha Penyantun, tentu Allah akan menyiksa manusia karena kezalimannya. Firman Allah; Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini. (Fathir/35; 45) Sesungguhnya siksaan Allah sangat pedih terhadap orang yang mengerja-kan kejahatan dan terus bergelimang dalam kesesatan dan dosa. Ada sebagian azab yang disegerakan turunnya di dunia sebagai akibat dari berbagai dosa, seperti terganggunya kesehatan orang-orang yang biasa minum minuman keras, bangkrutnya orang-orang yang suka berjudi padahal sebelumnya kaya, dan seseorang koruptor yang dicopot dari kedudukannya yang tinggi karena terlibat soal korupsi dan manipulasi. Sering sekali ampunan dari Allah itu disebut berdampingan dengan siksaan agar seorang hamba Allah selalu berada di posisi tengah antara khauf dan raja (ketakutan terhadap azab Allah dan harapan memperoleh ampunan-Nya) seperti dalam firman Allah; Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-Araf/7; 167)