Skip to main content

وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ اٰيَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرٌ وَّلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ ࣖ   ( الرعد: ٧ )

wayaqūlu
وَيَقُولُ
dan berkata
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
lawlā
لَوْلَآ
mengapa tidak
unzila
أُنزِلَ
diturunkan
ʿalayhi
عَلَيْهِ
kepadanya
āyatun
ءَايَةٌ
suatu tanda
min
مِّن
dari
rabbihi
رَّبِّهِۦٓۗ
Tuhannya
innamā
إِنَّمَآ
sesungguhnya hanyalah
anta
أَنتَ
kamu
mundhirun
مُنذِرٌۖ
pemberi peringatan
walikulli
وَلِكُلِّ
dan bagi tiap-tiap
qawmin
قَوْمٍ
kaum
hādin
هَادٍ
orang yang memberi petunjuk

Wa Yaqūlu Al-Ladhīna Kafarū Lawlā 'Unzila `Alayhi 'Āyatun Min Rabbihi 'Innamā 'Anta Mundhirun Wa Likulli Qawmin Hādin. (ar-Raʿd 13:7)

Artinya:

Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi setiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. (QS. [13] Ar-Ra'd : 7)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Tidak cukup sampai di situ, kaum kafir Mekah juga meminta Nabi Muhammad mendatangkan mukjizat yang kasat mata seperti mukjizat Nabi Musa. Dan orang-orang kafir berkata dengan maksud mengejek Nabi Muhammad dan kaum muslim, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu tanda mukjizat inderawi dari Tuhannya?" Sesungguhnya engkau, wahai Muhammad, hanyalah seorang pemberi peringatan, petunjuk, dan bimbingan menuju jalan kebenaran; dan bagi setiap kaum di mana pun berada, selalu ada orang yang memberi petunjuk, baik itu nabi maupun pewarisnya.