Skip to main content

اِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌ اِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغٰوِيْنَ   ( ٱلْحِجْر: ٤٢ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
ʿibādī
عِبَادِى
hamba-hambaKu
laysa
لَيْسَ
tidak
laka
لَكَ
bagimu
ʿalayhim
عَلَيْهِمْ
atas mereka
sul'ṭānun
سُلْطَٰنٌ
kekuasaan
illā
إِلَّا
kecuali
mani
مَنِ
orang
ittabaʿaka
ٱتَّبَعَكَ
mengikuti kamu
mina
مِنَ
dari
l-ghāwīna
ٱلْغَاوِينَ
orang-orang yang sesat

“'Inna `Ibādī Laysa Laka `Alayhim Sulţānun 'Illā Mani Attaba`aka Mina Al-Ghāwīna.” (al-Ḥijr/15:42)

Artinya:

“Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.” (QS. Al-Hijr: 42)

Allah melanjutkan firman-Nya, "Sesungguhnya kamu, wahai Iblis, tidak punya kuasa atas hamba-hamba-Ku. Engkau tidak akan mampu menjerumuskan dan memalingkan mereka dari ketaatan kepada-Ku, kecuali mereka yang mengikuti godaan-mu dan enggan bertobat, yaitu orang yang sesat."