Skip to main content

ثُمَّ اِذَا كَشَفَ الضُّرَّ عَنْكُمْ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْكُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُوْنَۙ  ( ٱلنَّحْل: ٥٤ )

thumma
ثُمَّ
kemudian
idhā
إِذَا
apabila
kashafa
كَشَفَ
Dia telah menghilangkan
l-ḍura
ٱلضُّرَّ
bahaya
ʿankum
عَنكُمْ
dari kalian
idhā
إِذَا
apabila/tiba-tiba
farīqun
فَرِيقٌ
segolongan
minkum
مِّنكُم
diantara kamu
birabbihim
بِرَبِّهِمْ
dengan Tuhan mereka
yush'rikūna
يُشْرِكُونَ
mereka mempersekutukan

“Thumma 'Idhā Kashafa Ađ-Đurra `Ankum 'Idhā Farīqun Minkum Birabbihim Yushrikūna.” (an-Naḥl/16:54)

Artinya:

“Kemudian apabila Dia telah menghilangkan bencana dari kamu, malah sebagian kamu mempersekutukan Tuhan dengan (yang lain).” (QS. An-Nahl: 54)

Kemudian apabila Dia Yang Mahakuasa dan Maha Esa telah menghilangkan bencana dan kesengsaraan itu dari kamu, ketaatanmu kepadaNya bukannya bertambah, malah sebagian kamu berpaling lalu mempersekutukan Tuhan Penolongmu dengan yang lain.