Skip to main content

اِنَّهٗ لَيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ   ( ٱلنَّحْل: ٩٩ )

innahu
إِنَّهُۥ
sesungguhnya ia (syaitan)
laysa
لَيْسَ
tidak ada
lahu
لَهُۥ
baginya
sul'ṭānun
سُلْطَٰنٌ
kekuasaan
ʿalā
عَلَى
atas
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
āmanū
ءَامَنُوا۟
beriman
waʿalā
وَعَلَىٰ
dan atas
rabbihim
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
yatawakkalūna
يَتَوَكَّلُونَ
mereka bertawakkal

“'Innahu Laysa Lahu Sulţānun `Alaá Al-Ladhīna 'Āmanū Wa `Alaá Rabbihim Yatawakkalūna.” (an-Naḥl/16:99)

Artinya:

“Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.” (QS. An-Nahl: 99)

Dengan memohon perlindungan secara tulus, Allah pasti akan melindungimu. Sungguh, setan itu dengan segala bisikan, rayuan, dan godaannya tidak akan berpengaruh negatif terhadap orang yang beriman dengan mantap dan bertawakal kepada Tuhan, sebagai Pemelihara, Penjaga, dan Pelindung mereka.