Skip to main content

قَالَ فَاِنِ اتَّبَعْتَنِيْ فَلَا تَسْـَٔلْنِيْ عَنْ شَيْءٍ حَتّٰٓى اُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا ࣖ   ( ٱلْكَهْف: ٧٠ )

qāla
قَالَ
(Khaidir) berkata
fa-ini
فَإِنِ
maka jika
ittabaʿtanī
ٱتَّبَعْتَنِى
kamu mengikuti aku
falā
فَلَا
maka janganlah
tasalnī
تَسْـَٔلْنِى
kamu menanyakan kepadaku
ʿan
عَن
dari
shayin
شَىْءٍ
sesuatu
ḥattā
حَتَّىٰٓ
sehingga
uḥ'ditha
أُحْدِثَ
aku ceritakan
laka
لَكَ
kepadamu
min'hu
مِنْهُ
daripadanya
dhik'ran
ذِكْرًا
pelajaran

“Qāla Fa'in Attaba`tanī Falā Tas'alnī `An Shay'in Ĥattaá 'Uĥditha Laka Minhu Dhikrāan.” (al-Kahf/18:70)

Artinya:

“Dia berkata, “Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu.”” (QS. Al-Kahf: 70)

Nabi Khidr memperkenankan permintaan Nabi Musa, tetapi dengan sebuah syarat. Dia berkata, "Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun yang aku lakukan walaupun engkau tidak mengerti atau tidak menyetujuinya, sampai aku menerangkannya kepadamu bagaimana sebenarnya peristiwa itu terjadi menurut pengetahuan yang diberitahukan Allah kepadaku."