Skip to main content

وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِدْرِيْسَۖ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا ۙ  ( مَرْيَم: ٥٦ )

wa-udh'kur
وَٱذْكُرْ
dan ingatlah
فِى
didalam
l-kitābi
ٱلْكِتَٰبِ
Kitab
id'rīsa
إِدْرِيسَۚ
Idris
innahu
إِنَّهُۥ
sesungguhnya dia
kāna
كَانَ
adalah
ṣiddīqan
صِدِّيقًا
sangat benar
nabiyyan
نَّبِيًّا
seorang nabi

“Wa Adhkur Fī Al-Kitābi 'Idrīsa 'Innahu Kāna Şiddīqāan Nabīyāan.” (Maryam/19:56)

Artinya:

“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur'an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi,” (QS. Maryam: 56)

Kisah Nabi Ismail disusul dengan kisah Nabi Idris. Wahai Nabi Muhammad, dan ceritakanlah kepada umatmu kisah Idris seperti yang diwahyukan kepadamu di dalam kitab Al-Qur’an. Jelaskanlah bahwa sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai dan melaksanakan kebenaran dalam kehidupannya. Kami memberinya anugerah dan menetapkannya sebagai seorang nabi yang memiliki kedudukan tinggi,