Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itu
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ٱشْتَرَوُا۟
mereka membeli
ٱلضَّلَٰلَةَ
kesesatan
بِٱلْهُدَىٰ
dengan petunjuk
فَمَا
maka tidak
رَبِحَت
beruntung
تِّجَٰرَتُهُمْ
perniagaan mereka
وَمَا
dan tidak
كَانُوا۟
adalah mereka
مُهْتَدِينَ
orang-orang yang mendapat petunjuk

'Ūlā'ika Al-Ladhīna Ashtaraw Ađ-Đalālata Bil-Hudaá Famā Rabiĥat Tijāratuhum Wa Mā Kānū Muhtadīna.

Tafsir Bahasa:

Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.

(16) Ayat ini menegaskan ayat-ayat sebelumnya tentang orang munafik dan menerangkan kebodohan mereka dengan mengemukakan keburukan tingkah laku dan perkataan mereka. Orang-orang munafik dengan sifat-sifat yang buruk seperti tersebut pada ayat-ayat di atas merupakan orang-orang yang salah pilih. Mereka menolak petunjuk jalan yang lurus, dan memilih jalan kesesatan dan hawa nafsu. Akhirnya pilihan itu merugikan mereka sendiri, karena mereka tidak mau menerima kebenaran. Dalam ayat ini Allah mempergunakan kata "membeli" untuk ganti kata "menukar". Jadi orang munafik itu menukarkan hidayah (petunjuk) dengan dhalalah (kesesatan), hasilnya mereka kehilangan petunjuk dan memperoleh kesesatan. Petunjuk yang semula mereka miliki itu berupa kesediaan manusia untuk menanggapi kebenaran dan mencapai kesempurnaan. Kesediaan ini bagaikan modal pokok. Modal inilah yang lenyap dari tangan mereka, oleh karena itu mereka tidak akan mendapat untung dan tidak dapat petunjuk lagi.