Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَمَثَلُ
dan perumpamaan
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
كَمَثَلِ
seperti perumpamaan
ٱلَّذِى
yang/orang
يَنْعِقُ
dia berteriak/memanggil
بِمَا
dengan/kepada apa
لَا
tidak
يَسْمَعُ
ia mendengar
إِلَّا
kecuali/selain
دُعَآءً
panggilan
وَنِدَآءًۚ
dan seruan
صُمٌّۢ
(mereka) tuli
بُكْمٌ
(mereka) bisu
عُمْىٌ
(mereka) buta
فَهُمْ
maka mereka
لَا
tidak
يَعْقِلُونَ
mereka mengerti

Wa Mathalu Al-Ladhīna Kafarū Kamathali Al-Ladhī Yan`iqu Bimā Lā Yasma`u 'Illā Du`ā'an Wa Nidā'an Şummun Bukmun `Umyun Fahum Lā Ya`qilūna.

Tafsir Bahasa:

Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.

(171) Allah memberikan perumpamaan bagi orang kafir yang menerima saja semua yang diperintahkan pemimpin mereka dan apa yang dilakukan nenek moyang mereka sehingga mereka menolak ajaran Islam yang benar dan sesuai dengan akal pikiran. Mereka seperti hewan piaraan, yang bila dipanggil oleh tuannya, ia datang, bila diusir ia pergi dan bila ia dilarang memasuki suatu padang rumput, ia menghindarinya, sedangkan ia sendiri tidak mengerti apalagi memikirkan untuk apa dipanggil, untuk apa diusir dan untuk apa tidak dibolehkan memasuki suatu tempat. Demikianlah orang kafir itu seakan-akan tidak bertelinga untuk mendengar, tidak berlidah untuk berbicara dan tidak punya mata untuk melihat dan memperhatikan.