Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
beriman
كُلُوا۟
makanlah
مِن
dari
طَيِّبَٰتِ
yang baik-baik
مَا
apa
رَزَقْنَٰكُمْ
Kami rezkikan kepadamu
وَٱشْكُرُوا۟
dan bersyukurlah
لِلَّهِ
kepada Allah
إِن
jika
كُنتُمْ
kalian adalah
إِيَّاهُ
kepadaNya
تَعْبُدُونَ
kamu menyembah

Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Kulū Min Ţayyibāti Mā Razaqnākum Wa Ashkurū Lillāhi 'In Kuntum 'Īyāhu Ta`budūna.

Tafsir Bahasa:

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

(172) Di dalam ayat ini ditegaskan agar seorang mukmin makan makanan yang baik yang diberikan Allah, dan rezeki yang diberikan-Nya itu haruslah disyukuri. Dalam ayat 168 perintah makan makanan yang baik-baik ditujukan kepada manusia umumnya. Karenanya, perintah itu diiringi dengan larangan mengikuti ajaran setan. Sedangkan dalam ayat ini perintah ditujukan kepada orang mukmin saja agar mereka makan rezeki Allah yang baik-baik. Sebab itu, perintah ini diiringi dengan perintah mensyukurinya.