Skip to main content

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ   ( ٱلْبَقَرَة: ١٩٥ )

wa-anfiqū
وَأَنفِقُوا۟
dan belanjakanlah
فِى
di/pada
sabīli
سَبِيلِ
jalan
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
walā
وَلَا
dan jangan
tul'qū
تُلْقُوا۟
kamu menjatuhkan
bi-aydīkum
بِأَيْدِيكُمْ
dengan tangan/dirimu
ilā
إِلَى
kepada/kedalam
l-tahlukati
ٱلتَّهْلُكَةِۛ
kebinasaan
wa-aḥsinū
وَأَحْسِنُوٓا۟ۛ
dan berbuat baiklah
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
yuḥibbu
يُحِبُّ
Dia menyukai
l-muḥ'sinīna
ٱلْمُحْسِنِينَ
orang-orang yang berbuat baik

“Wa 'Anfiqū Fī Sabīli Allāhi Wa Lā Tulqū Bi'aydīkum 'Ilaá At-Tahlukati Wa 'Aĥsinū 'Inna Allāha Yuĥibbu Al-Muĥsinīna.” (al-Baq̈arah/2:195)

Artinya:

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Dan infakkanlah hartamu di jalan Allah dengan menyalurkannya untuk menyantuni fakir miskin dan anak yatim, memberi beasiswa, membangun fasilitas umum yang diperlukan umat Islam seperti rumah sakit, masjid, jalan raya, perpustakaan, panti jompo, rumah singgah, dan balai latihan kerja. Dan janganlah kamu jatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri dengan melakukan tindakan bunuh diri dan menyalurkan harta untuk berbuat maksiat. Tentu lebih tepat jika harta itu disalurkan untuk ber-buat baik bagi kepentingan orang banyak, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dengan ikhlas.