Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَأَنفِقُوا۟
dan belanjakanlah
فِى
di/pada
سَبِيلِ
jalan
ٱللَّهِ
Allah
وَلَا
dan jangan
تُلْقُوا۟
kamu menjatuhkan
بِأَيْدِيكُمْ
dengan tangan/dirimu
إِلَى
kepada/kedalam
ٱلتَّهْلُكَةِۛ
kebinasaan
وَأَحْسِنُوٓا۟ۛ
dan berbuat baiklah
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
يُحِبُّ
Dia menyukai
ٱلْمُحْسِنِينَ
orang-orang yang berbuat baik

Wa 'Anfiqū Fī Sabīli Allāhi Wa Lā Tulqū Bi'aydīkum 'Ilaá At-Tahlukati Wa 'Aĥsinū 'Inna Allāha Yuĥibbu Al-Muĥsinīna.

Tafsir Bahasa:

Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(195) Orang-orang mukmin diperintahkan membelanjakan harta kekayaannya untuk berjihad fi sabilillah dan dilarang menjatuhkan dirinya ke dalam jurang kebinasaan karena kebakhilannya. Jika suatu kaum menghadapi peperangan sedangkan mereka kikir, tidak mau membiayai peperangan itu, maka perbuatannya itu berarti membinasakan diri mereka. Menghadapi jihad dengan tidak ada persiapan serta persediaan yang lengkap dan berjihad bersama-sama dengan orang-orang yang lemah iman dan kemauannya, niscaya akan membawa kepada kebinasaan. Dalam hal infaq fi sabilillah orang harus mempunyai niat yang baik, agar dengan demikian ia akan selalu memperoleh pertolongan Allah.