Skip to main content

وَلَنْ يَّتَمَنَّوْهُ اَبَدًاۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ ۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢ بِالظّٰلِمِيْنَ   ( ٱلْبَقَرَة: ٩٥ )

walan
وَلَن
dan tidak
yatamannawhu
يَتَمَنَّوْهُ
mereka mengharapkan
abadan
أَبَدًۢا
selama-lamanya
bimā
بِمَا
karena apa
qaddamat
قَدَّمَتْ
telah diperbuat
aydīhim
أَيْدِيهِمْۗ
tangan-tangan mereka
wal-lahu
وَٱللَّهُ
dan Allah
ʿalīmun
عَلِيمٌۢ
Maha Mengetahui
bil-ẓālimīna
بِٱلظَّٰلِمِينَ
terhadap orang-orang yang aniaya

“Wa Lan Yatamannawhu 'Abadāan Bimā Qaddamat 'Aydīhim Wa Allāhu `Alīmun Biž-Žālimīna.” (al-Baq̈arah/2:95)

Artinya:

“Tetapi mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali, karena dosa-dosa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 95)

Tetapi, mendapat tantangan seperti itu, ternyata tidak seorang pun bersedia cepat mati. Mereka sekali-kali tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali, bahkan mereka ingin hidup di dunia selamalamanya walau dalam bentuk kehidupan yang sederhana. Keinginan ini karena disebabkan oleh dosa-dosa yang telah dilakukan tangan mereka sendiri berupa kezaliman dan kemaksiatan. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.