Skip to main content

وَكَاَيِّنْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ اَخَذْتُهَاۚ وَاِلَيَّ الْمَصِيْرُ ࣖ  ( ٱلْحَجّ: ٤٨ )

waka-ayyin
وَكَأَيِّن
dan berapa banyak
min
مِّن
dari
qaryatin
قَرْيَةٍ
kota/negeri
amlaytu
أَمْلَيْتُ
Aku tangguhkan
lahā
لَهَا
padanya
wahiya
وَهِىَ
dan ia (penduduknya)
ẓālimatun
ظَالِمَةٌ
zalim
thumma
ثُمَّ
kemudian
akhadhtuhā
أَخَذْتُهَا
Aku ambil/azabnya (mereka)
wa-ilayya
وَإِلَىَّ
dan kepada-Ku
l-maṣīru
ٱلْمَصِيرُ
tempat kembali

“Wa Ka'ayyin Min Qaryatin 'Amlaytu Lahā Wa Hiya Žālimatun Thumma 'Akhadhtuhā Wa 'Ilayya Al-Maşīru.” (al-Ḥajj/22:48)

Artinya:

“Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (penghancuran)nya, karena penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah tempat kembali (segala sesuatu).” (QS. Al-Hajj: 48)

Tantangan orang kafir agar disegerakan pemberian azab bagi me-reka dijawab Allah dengan berfirman, "Dan perhatikanlah, berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan penghancurannya, meskipun penduduknya meminta agar azab yang dijanjikan itu disegerakan. Karena penduduknya berbuat zalim, tidak beriman, menghina, dan mengusir utusan Allah, kemudian Aku azab mereka saat mereka merasa aman dari azab-Ku. Dan hanya kepada-Kulah tempat kembali setiap orang dalam kehidupan sesudah mati, baik yang beriman maupun yang kufur.