Skip to main content

قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰنُوْحُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمَرْجُوْمِيْنَۗ   ( ٱلشُّعَرَاء: ١١٦ )

qālū
قَالُوا۟
mereka berkata
la-in
لَئِن
sungguh jika
lam
لَّمْ
tidak
tantahi
تَنتَهِ
kamu berhenti
yānūḥu
يَٰنُوحُ
Hai Nuh
latakūnanna
لَتَكُونَنَّ
pasti kamu menjadi/adalah
mina
مِنَ
dari/termasuk
l-marjūmīna
ٱلْمَرْجُومِينَ
orang-orang yang dirajam

“Qālū La'in Lam Tantahi Yā Nūĥu Latakūnanna Mina Al-Marjūmīna.” (aš-Šuʿarāʾ/26:116)

Artinya:

“Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati).”” (QS. Asy-Syu'ara': 116)

Mendengar jawaban Nabi Nuh yang demikian tegas dan masuk akal, kaumnya mengintimidasinya. Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak mau berhenti dari ajakanmu, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam yaitu dilempari batu sampai mati.” Demikianlah sikap orang-orang zalim pada setiap zaman. Mereka akan menggunakan kekuatan jika kalah dalam adu argumentasi. Mendengar ancaman kaumnya, Nabi Nuh mengadu kepada Tuhannya.