Skip to main content

لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ اِنْ كَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَ   ( ٱلشُّعَرَاء: ٤٠ )

laʿallanā
لَعَلَّنَا
boleh jadi/semoga kita
nattabiʿu
نَتَّبِعُ
kita mengikuti
l-saḥarata
ٱلسَّحَرَةَ
ahli-ahli sihir
in
إِن
sesungguhnya
kānū
كَانُوا۟
(jika) mereka adalah
humu
هُمُ
mereka
l-ghālibīna
ٱلْغَٰلِبِينَ
orang-orang yang menang

“La`allanā Nattabi`u As-Saĥarata 'In Kānū Hum Al-Ghālibīna.” (aš-Šuʿarāʾ/26:40)

Artinya:

“agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang.”” (QS. Asy-Syu'ara': 40)

"Tujuannya adalah agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang dalam perang tanding ini." Untuk mengalahkan Nabi Musa, Ternyata Fir’aun yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan, masih menggunakan orang lain, seperti penyihir, bukan kekuatan dirinya.