Skip to main content

اِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتٰى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاۤءَ اِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِيْنَ   ( ٱلنَّمْل: ٨٠ )

innaka
إِنَّكَ
sesungguhnya kamu
لَا
tidak dapat
tus'miʿu
تُسْمِعُ
menjadikan mendengar
l-mawtā
ٱلْمَوْتَىٰ
orang mati
walā
وَلَا
dan tidak dapat
tus'miʿu
تُسْمِعُ
menjadikan mendengar
l-ṣuma
ٱلصُّمَّ
orang tuli
l-duʿāa
ٱلدُّعَآءَ
seruan
idhā
إِذَا
apabila
wallaw
وَلَّوْا۟
mereka berpaling
mud'birīna
مُدْبِرِينَ
kebelakang

“'Innaka Lā Tusmi`u Al-Mawtaá Wa Lā Tusmi`u Aş-Şumma Ad-Du`ā'a 'Idhā Wa Llaw Mudbirīna.” (an-Naml/27:80)

Artinya:

“Sungguh, engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka telah berpaling ke belakang.” (QS. An-Naml: 80)

Keengganan mereka beriman pada hakikatnya disebabkan oleh tertutupnya mata dan telinga mereka, dan memang sungguh, engkau wahai Nabi Muhammad, tidak dapat menjadikan orang yang mati hatinya dapat mendengar kebenaran, sebab mereka telah kehilangan kesadarannya, dan engkau tidak pula dapat menjadikan orang yang tuli karena menutup diri, dapat mendengar seruan, lebih-lebih apabila mereka telah berpaling lari berbalik ke belakang, sehingga tidak memiliki kesiapan untuk mendengarkan dakwahmu.