Skip to main content

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تُطِيْعُوا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَرُدُّوْكُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ   ( آلِ عِمْرَان: ١٤٩ )

yāayyuhā
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
āmanū
ءَامَنُوٓا۟
beriman
in
إِن
jika
tuṭīʿū
تُطِيعُوا۟
kamu mentaati
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
yaruddūkum
يَرُدُّوكُمْ
mereka akan mengembalikan kamu
ʿalā
عَلَىٰٓ
atas
aʿqābikum
أَعْقَٰبِكُمْ
tumit-tumit kamu
fatanqalibū
فَتَنقَلِبُوا۟
maka/lalu kamu berbalik
khāsirīna
خَٰسِرِينَ
orang-orang yang rugi

“Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū 'In Tuţī`ū Al-Ladhīna Kafarū Yaruddūkum `Alaá 'A`qābikum Fatanqalibū Khāsirīna.” (ʾĀl ʿImrān/3:149)

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.” (QS. Ali 'Imran: 149)

Setelah dijelaskan bahwa orang yang berbuat kebaikan akan mendapatkan anugerah di dunia maupun akhirat, ayat ini mengingatkan bahwa mengikuti orang-orang kafir akan mengakibatkan kerugian bahkan kegagalan. Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati dan tunduk pada saran orang-orang yang kafir yang bertentangan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang, yaitu murtad. Jika hal itu kamu lakukan maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi di dunia dan akhirat.