Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
قَالُوٓا۟
(mereka) mengatakan
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
عَهِدَ
telah menjanjikan
إِلَيْنَآ
kepada kami
أَلَّا
supaya tidak
نُؤْمِنَ
kami beriman
لِرَسُولٍ
kepada seorang Rasul
حَتَّىٰ
sehingga
يَأْتِيَنَا
dia mendatangkan kepada kami
بِقُرْبَانٍ
dengan korban
تَأْكُلُهُ
memakannya
ٱلنَّارُۗ
api
قُلْ
katakanlah
قَدْ
sungguh
جَآءَكُمْ
telah datang kepadamu
رُسُلٌ
beberapa orang Rasul
مِّن
dari
قَبْلِى
sebelumku
بِٱلْبَيِّنَٰتِ
dengan keterangan-keterangan yang nyata
وَبِٱلَّذِى
dan dengan yang
قُلْتُمْ
kamu katakan
فَلِمَ
maka mengapa
قَتَلْتُمُوهُمْ
kamu membunuh mereka
إِن
jika
كُنتُمْ
kalian adalah
صَٰدِقِينَ
orang-orang yang benar

Al-Ladhīna Qālū 'Inna Allāha `Ahida 'Ilaynā 'Allā Nu'umina Lirasūlin Ĥattaá Ya'tiyanā Biqurbānin Ta'kuluhu An-Nāru Qul Qad Jā'akum Rusulun Min Qablī Bil-Bayyināti Wa Bial-Ladhī Qultum Falima Qataltumūhum 'In Kuntum Şādiqīna.

Tafsir Bahasa:

(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api.” Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar.”

183) Beberapa orang Yahudi antara lain Kaab bin Asyraf, Malik bin as-saif, Finhas bin 'Azura dan beberapa orang lagi, mendatangi Rasulullah saw seraya berkata, "Wahai Muhammad! Engkau mengaku Rasul Allah dan Allah telah mewahyukan kepadamu Kitab, sedang di dalam Kitab Taurat (Imamat ix) kami dilarang oleh Allah mempercayai seorang rasul, sebelum ia mendatangkan kepada kami korban yang dimakan api. Kalau itu dapat kamu buktikan, maka kami akan mempercayaimu." Maka turunlah ayat ini. Demikianlah kata Ibnu Abbas r.a. Pengakuan orang-orang Yahudi tersebut di atas, sebenarnya omong kosong belaka, karena andaikata Nabi Muhammad saw membuktikannya mereka tetap tidak akan percaya. Permintaan mereka itu hanyalah alasan yang dicari-cari untuk tidak mempercayai Rasulullah saw. Untuk itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengatakan kedustaan mereka dengan kata-kata, "Telah datang kepadamu rasul-rasul sebelumku, seperti Zakaria, Yahya dan lainnya, membawa mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran mereka atas kenabiannya, dan membawa apa-apa yang kamu usulkan seperti mendatangkan korban yang dimakan api yang memang mempunyai sifat khusus, yaitu membakar. Karenanya pada masa lalu terdapat keyakinan bahwa api selalu dijadikan sebagai tolak ukur untuk menilai apakah kurban yang dipersembahkan diterima Tuhan atau tidak, bila terbakar berarti diterima, namun kamu tetap tidak percaya kepada mereka, bahkan membunuh mereka. Jadi dimana letak kebenaran kamu? Cobalah buktikan, jika kamu sungguh-sungguh orang yang benar.