Skip to main content

بَلٰى مَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ وَاتَّقٰى فَاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ  ( آلِ عِمْرَان: ٧٦ )

balā
بَلَىٰ
ya/benar
man
مَنْ
siapa/orang
awfā
أَوْفَىٰ
(ia) menepati
biʿahdihi
بِعَهْدِهِۦ
janjinya
wa-ittaqā
وَٱتَّقَىٰ
dan ia bertakwa
fa-inna
فَإِنَّ
maka sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
yuḥibbu
يُحِبُّ
Dia menyukai
l-mutaqīna
ٱلْمُتَّقِينَ
orang-orang yang bertakwa

“Balaá Man 'Awfaá Bi`ahdihi Wa Attaqaá Fa'inna Allāha Yuĥibbu Al-Muttaqīna.” (ʾĀl ʿImrān/3:76)

Artinya:

“Sebenarnya barangsiapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali 'Imran: 76)

Padahal, yang benar adalah bahwa mereka tetap berdosa karena khianat. Sebab, sebenarnya barangsiapa menepati janji dengan mengembalikan hak orang lain sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan bertakwa, maka sungguh dengan takwa itu ia akan memperoleh cinta Allah, karena Allah senantiasa mencintai orang-orang yang bertakwa. Ini menunjukkan bahwa menepati janji atau tidak khianat menjadi salah satu kriteria ketakwaan.