Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
رَبَّنَا
ya Tuhan kami
لَا
jangan
تُزِغْ
Engkau condongkan pada kesesatan
قُلُوبَنَا
hati kami
بَعْدَ
sesudah
إِذْ
tatkala
هَدَيْتَنَا
Engkau beri petunjuk pada kami
وَهَبْ
berilah
لَنَا
bagi kami
مِن
dari
لَّدُنكَ
sisi Engkau
رَحْمَةًۚ
rahmat
إِنَّكَ
sesungguhnya Engkau
أَنتَ
Engkau
ٱلْوَهَّابُ
Maha Pemberi

Rabbanā Lā Tuzigh Qulūbanā Ba`da 'Idh Hadaytanā Wa Hab Lanā Min Ladunka Raĥmatan 'Innaka 'Anta Al-Wahhābu.

Tafsir Bahasa:

(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”

(8) Sikap orang yang ilmu pengetahuannya telah mendalam, mereka selalu berdoa dan berserah diri kepada Allah swt, bila mereka tidak sanggup lagi memikirkan ayat-ayat Allah. Mereka berdoa kepada Allah agar selalu dipelihara, dipimpin, diberi petunjuk, dan jangan sampai mereka tergelincir ke jalan yang sesat setelah mereka mendapat petunjuk. Dari doa mereka dipahami bahwa yang mereka mohonkan itu bukanlah semata-mata keselamatan dan kebahagiaan duniawi, tetapi juga mereka memohon kebahagiaan dan keselamatan di akhirat.