Skip to main content

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ اِبْلِيْسُ ظَنَّهٗ فَاتَّبَعُوْهُ اِلَّا فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ   ( سَبَأ: ٢٠ )

walaqad
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
ṣaddaqa
صَدَّقَ
telah membenarkan
ʿalayhim
عَلَيْهِمْ
atas mereka
ib'līsu
إِبْلِيسُ
iblis
ẓannahu
ظَنَّهُۥ
sangkaannya
fa-ittabaʿūhu
فَٱتَّبَعُوهُ
lalu mereka mengikutinya
illā
إِلَّا
kecuali
farīqan
فَرِيقًا
segolongan/sebagian
mina
مِّنَ
dari
l-mu'minīna
ٱلْمُؤْمِنِينَ
orang-orang yang beriman

“Wa Laqad Şaddaqa `Alayhim 'Iblīsu Žannahu Fa Attaba`ūhu 'Illā Farīqāan Mina Al-Mu'uminīna.” (Sabaʾ/34:20)

Artinya:

“Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin.” (QS. Saba': 20)

Kedurhakaan Kaum Saba’ membuktikan betapa Iblis mampu merealisasikan sumpahnya di hadapan Allah ketika dia terkutuk akibat membangkang perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam. “Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan dengan berbagai tipu daya terhadap mereka, anak-cucu Nabi Adam, tentang kebenaran sangkaannya bahwa dia mampu menjerumuskan manusia ke jalan kesesatan, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin yang kuat keimanannya (Lihat juga: Ràd/38: 82–83).