Skip to main content

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ  ( يس: ٤٥ )

wa-idhā
وَإِذَا
dan apabila
qīla
قِيلَ
dikatakan
lahumu
لَهُمُ
kepada mereka
ittaqū
ٱتَّقُوا۟
takutlah kamu
مَا
apa
bayna
بَيْنَ
yang diantara
aydīkum
أَيْدِيكُمْ
tanganmu/hadapanmu
wamā
وَمَا
dan apa
khalfakum
خَلْفَكُمْ
di belakangmu
laʿallakum
لَعَلَّكُمْ
agar kalian
tur'ḥamūna
تُرْحَمُونَ
kamu diberi rahmat

“Wa 'Idhā Qīla Lahum Attaqū Mā Bayna 'Aydīkum Wa Mā Khalfakum La`allakum Turĥamūna.” (Yāʾ Sīn/36:45)

Artinya:

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat.”” (QS. Yasin: 45)

Meski menyaksikan dengan nyata bukti-bukti kekuasaan Allah dan kemampuan yang Allah berikan kepada manusia untuk membuat sarana transportasi, banyak manusia tetap ingkar dan menyekutukan Allah. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa dunia yang di hadapanmu sebagaimana yang menimpa umat-umat terdahulu, dan azab yang akan datang kelak di akhirat agar kamu mendapat rahmat dari-Nya.”