Skip to main content

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۗذٰلِكَ ظَنُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنَ النَّارِۗ  ( ص: ٢٧ )

wamā
وَمَا
dan tidaklah
khalaqnā
خَلَقْنَا
Kami jadikan
l-samāa
ٱلسَّمَآءَ
langit
wal-arḍa
وَٱلْأَرْضَ
dan bumi
wamā
وَمَا
dan apa
baynahumā
بَيْنَهُمَا
diantara keduanya
bāṭilan
بَٰطِلًاۚ
batil/palsu/sia-sia
dhālika
ذَٰلِكَ
demikianlah
ẓannu
ظَنُّ
prasangkaan
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوا۟ۚ
kafir/ingkar
fawaylun
فَوَيْلٌ
maka celakalah
lilladhīna
لِّلَّذِينَ
bagi orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
mina
مِنَ
dari
l-nāri
ٱلنَّارِ
api/neraka

“Wa Mā Khalaqnā As-Samā'a Wa Al-'Arđa Wa Mā Baynahumā Bāţilāan Dhālika Žannu Al-Ladhīna Kafarū Fawaylun Lilladhīna Kafarū Mina An-Nāri.” (Ṣād/38:27)

Artinya:

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (QS. Sad: 27)

Usai menegaskan adanya hari perhitungan, Allah beralih menjelas-kan bukti-bukti kekuasaan-Nya di jagat raya. Dan sungguh, Kami tidak serta-merta menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, seperti bintang, matahari, dan bulan, dengan sia-sia dan tanpa manfaat tertentu (Lihat pula: Surah ad-Dukhàn/44: 38–39). Itu semua adalah anggapan orang-orang kafir yang tidak memercayai kekuasaan Allah, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk ke neraka yang telah Allah persiapkan untuk mereka.