Skip to main content

وَالَّذِيْنَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوْتَ اَنْ يَّعْبُدُوْهَا وَاَنَابُوْٓا اِلَى اللّٰهِ لَهُمُ الْبُشْرٰىۚ فَبَشِّرْ عِبَادِۙ  ( ٱلزُّمَر: ١٧ )

wa-alladhīna
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
ij'tanabū
ٱجْتَنَبُوا۟
mereka menjauhi
l-ṭāghūta
ٱلطَّٰغُوتَ
taghut
an
أَن
bahwa
yaʿbudūhā
يَعْبُدُوهَا
mereka menyembahnya
wa-anābū
وَأَنَابُوٓا۟
dan mereka kembali
ilā
إِلَى
kepada
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
lahumu
لَهُمُ
bagi mereka
l-bush'rā
ٱلْبُشْرَىٰۚ
berita gembira
fabashir
فَبَشِّرْ
maka sampaikan berita gembira
ʿibādi
عِبَادِ
hamba-hamba-Ku

“Wa Al-Ladhīna Ajtanabū Aţ-Ţāghūta 'An Ya`budūhā Wa 'Anābū 'Ilaá Allāhi Lahum Al-Bushraá Fabashshir `Ibādi.” (az-Zumar/39:17)

Artinya:

“Dan orang-orang yang menjauhi tagut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku,” (QS. Az-Zumar: 17)

Demikianlah azab yang Allah janjikan bagi orang musyrik. Dan adapun orang-orang yang menjauhi tagut—yaitu setan dan apa saja yang dipertuhankan—serta tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira berupa ampunan dan surga dari Allah. Sebab itu, sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku,