Skip to main content

۞ اِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَةِ ۗوَمَا تَخْرُجُ مِنْ ثَمَرٰتٍ ِمّنْ اَكْمَامِهَا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهٖ ۗوَيَوْمَ يُنَادِيْهِمْ اَيْنَ شُرَكَاۤءِيْۙ قَالُوْٓا اٰذَنّٰكَ مَا مِنَّا مِنْ شَهِيْدٍ ۚ   ( فصلت: ٤٧ )

ilayhi
إِلَيْهِ
kepada-Nya
yuraddu
يُرَدُّ
dikembalikan
ʿil'mu
عِلْمُ
pengetahuan
l-sāʿati
ٱلسَّاعَةِۚ
hari kiamat
wamā
وَمَا
dan tidak
takhruju
تَخْرُجُ
keluar
min
مِن
dari
thamarātin
ثَمَرَٰتٍ
buah-buahan
min
مِّنْ
dari
akmāmihā
أَكْمَامِهَا
kelopaknya
wamā
وَمَا
dan tidak
taḥmilu
تَحْمِلُ
mengandung
min
مِنْ
dari seorang
unthā
أُنثَىٰ
perempuan
walā
وَلَا
dan tidak
taḍaʿu
تَضَعُ
melahirkan
illā
إِلَّا
kecuali
biʿil'mihi
بِعِلْمِهِۦۚ
dengan pengetahuan-Nya
wayawma
وَيَوْمَ
dan pada hari
yunādīhim
يُنَادِيهِمْ
Dia memanggil mereka
ayna
أَيْنَ
dimana
shurakāī
شُرَكَآءِى
sekutu-sekutu-Ku
qālū
قَالُوٓا۟
mereka menjawab
ādhannāka
ءَاذَنَّٰكَ
kami nyatakan kepada Engaku
مَا
tidak ada
minnā
مِنَّا
diantara kami
min
مِن
dari
shahīdin
شَهِيدٍ
seorang saksi

'Ilayhi Yuraddu `Ilmu As-Sā`ati Wa Mā Takhruju Min Thamarātin Min 'Akmāmihā Wa Mā Taĥmilu Min 'Unthaá Wa Lā Tađa`u 'Illā Bi`ilmihi Wa Yawma Yunādīhim 'Ayna Shurakā'ī Qālū 'Ādhannāka Mā Minnā Min Shahīdin. (Fuṣṣilat 41:47)

Artinya:

Kepada-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat itu dikembalikan. Tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuan pun yang mengandung dan yang melahirkan, melainkan semuanya dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, “Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?” Mereka menjawab, “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang dapat memberi kesaksian (bahwa Engkau mempunyai sekutu).” (QS. [41] Fussilat : 47)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa tidak seorang pun yang mampu mengetahui terjadinya Kiamat, hanya kepada-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat itu dikembalikan. Hanya Dia Yang Maha Mengetahui kapan terjadinya dan perincian kejadiannya. Tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya, dan tidak seorang perempuan pun yang mengandung dan yang melahirkan, melainkan semuanya dengan sepengetahuan-Nya. Dialah yang mengetahui secara pasti dan segala perinciannya. Pada hari Kiamat itu, Dia (Allah) menyeru mereka, yakni orang-orang musyrik, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu, yaitu berhala-berhala yang di dunia dahulu kamu sembah dan kamu duga dapat menyelamatkanmu dari siksaan-Ku?” Mereka menjawab, “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang dapat menjadi saksi yang memberi kesaksian pada hari ini.”