Skip to main content

وَّاَنْ لَّا تَعْلُوْا عَلَى اللّٰهِ ۚاِنِّيْٓ اٰتِيْكُمْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۚ   ( ٱلدُّخَان: ١٩ )

wa-an
وَأَن
dan sesungguhnya
لَّا
janganlah
taʿlū
تَعْلُوا۟
kamu menyombongkan diri
ʿalā
عَلَى
terhadap
l-lahi
ٱللَّهِۖ
Allah
innī
إِنِّىٓ
sesungguhnya aku
ātīkum
ءَاتِيكُم
aku datang kepadamu
bisul'ṭānin
بِسُلْطَٰنٍ
dengan kekuasaan/bukti
mubīnin
مُّبِينٍ
nyata

“Wa 'An Lā Ta`lū `Alaá Allāhi 'Innī 'Ātīkum Bisulţānin Mubīnin.” (ad-Dukhān/44:19)

Artinya:

“dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.” (QS. Ad-Dukhan: 19)

dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah dengan menolak aku sebagai rasul yang di utus-Nya kepadamu dan mengabaikan apa yang di perintahkan-Nya. Sungguh, aku datang dan di utus oleh-Nya kepadamu dengan membawa bukti, berupa mukjizat yang nyata tentang kerasulanku.”