Skip to main content

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖوَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ   ( ق: ١٦ )

walaqad
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
khalaqnā
خَلَقْنَا
Kami telah menciptakan
l-insāna
ٱلْإِنسَٰنَ
manusia
wanaʿlamu
وَنَعْلَمُ
dan Kami mengetahui
مَا
apa yang
tuwaswisu
تُوَسْوِسُ
membisik-bisikkan
bihi
بِهِۦ
dengannya
nafsuhu
نَفْسُهُۥۖ
jiwanya/hatinya
wanaḥnu
وَنَحْنُ
dan Kami
aqrabu
أَقْرَبُ
lebih dekat
ilayhi
إِلَيْهِ
kepadanya
min
مِنْ
dari
ḥabli
حَبْلِ
tali/urat
l-warīdi
ٱلْوَرِيدِ
urat leher

“Wa Laqad Khalaqnā Al-'Insāna Wa Na`lamu Mā Tuwaswisu Bihi Nafsuhu Wa Naĥnu 'Aqrabu 'Ilayhi Min Ĥabli Al-Warīdi.” (Q̈āf/50:16)

Artinya:

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)

Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah mengetahui apa yang dibisikkan oleh manusia dan tidak ada sesuatu pun yang samar atau tersembunyi bagi-Nya. Dan sungguh, Kami, yakni Allah dengan kuasa-Nya bersama ibu bapak yang dijadikannya sebagai perantara telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Yakni Allah Maha Mengetahui keadaan manusia walau yang paling tersembunyi sekali pun.