Skip to main content

اُنْظُرْ كَيْفَ كَذَبُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ٢٤ )

unẓur
ٱنظُرْ
perhatikanlah
kayfa
كَيْفَ
bagaimana
kadhabū
كَذَبُوا۟
mereka mendustakan
ʿalā
عَلَىٰٓ
atas
anfusihim
أَنفُسِهِمْۚ
diri mereka
waḍalla
وَضَلَّ
dan telah sesat/hilang
ʿanhum
عَنْهُم
dari mereka
مَّا
apa
kānū
كَانُوا۟
yang mereka
yaftarūna
يَفْتَرُونَ
mereka ada-adakan

“Anžur Kayfa Kadhabū `Alaá 'Anfusihim Wa Đalla `Anhum Mā Kānū Yaftarūna.” (al-ʾAnʿām/6:24)

Artinya:

“Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka.” (QS. Al-An'am: 24)

Lihatlah dan renungkan secara mendalam, wahai Rasulullah, bagaimana mereka, orang-orang musyrik dan orang-orang yang mempertuhankan manusia, berbohong terhadap diri mereka sendiri dengan mengingkari nurani dan akal budi yang menjadi sumber fitrah beragama. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu, baik manusia, setan, dan jin, maupun benda-benda yang disakralkan, akan hilang dari mereka, tidak membela, menolong, dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.