Skip to main content

خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗوَقَدْ كَانُوْا يُدْعَوْنَ اِلَى السُّجُوْدِ وَهُمْ سَالِمُوْنَ   ( ٱلْقَلَم: ٤٣ )

khāshiʿatan
خَٰشِعَةً
tertunduk
abṣāruhum
أَبْصَٰرُهُمْ
pandangan mereka
tarhaquhum
تَرْهَقُهُمْ
menimpa mereka
dhillatun
ذِلَّةٌۖ
kehinaan
waqad
وَقَدْ
dan sesungguhnya
kānū
كَانُوا۟
adalah mereka
yud'ʿawna
يُدْعَوْنَ
mereka di seru/di panggil
ilā
إِلَى
kepada/untuk
l-sujūdi
ٱلسُّجُودِ
bersujud
wahum
وَهُمْ
dan/sedang mereka
sālimūna
سَٰلِمُونَ
orang-orang sejahtera

“Khāshi`atan 'Abşāruhum Tarhaquhum Dhillatun Wa Qad Kānū Yud`awna 'Ilaá As-Sujūdi Wa Hum Sālimūna.” (al-Q̈alam/68:43)

Artinya:

“pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).” (QS. Al-Qalam: 43)

Dan pandangan mereka tertunduk ke bawah pertanda penyesalan dan rasa takut yang menyelimuti hati mereka, dan mereka juga diliputi kehinaan. Dan, sungguh, dahulu di dunia mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat tetapi mereka tidak melakukan.