Skip to main content

فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَۚ   ( ٱلْأَعْرَاف: ١١٨ )

fawaqaʿa
فَوَقَعَ
maka nyatalah
l-ḥaqu
ٱلْحَقُّ
yang benar
wabaṭala
وَبَطَلَ
dan lenyaplah
مَا
apa
kānū
كَانُوا۟
adalah mereka
yaʿmalūna
يَعْمَلُونَ
mereka kerjakan

“Fawaqa`a Al-Ĥaqqu Wa Baţala Mā Kānū Ya`malūna.” (al-ʾAʿrāf/7:118)

Artinya:

“Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.” (QS. Al-A'raf: 118)

Dengan mukjizat tongkat tersebut maka terbuktilah kebenaran yang berada di pihak Nabi Musa, dengan disaksikan orang banyak. Dan segala yang mereka kerjakan berupa sihir dan kepalsuan jadi sia-sia dan batal semua. Kebatilan, walau dibalut keindahan, hanya akan mengelabui sesaat, tetapi akan sirna bila berhadapan dengan kebenaran.