Skip to main content

لَاُقَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَافٍ ثُمَّ لَاُصَلِّبَنَّكُمْ اَجْمَعِيْنَ  ( ٱلْأَعْرَاف: ١٢٤ )

la-uqaṭṭiʿanna
لَأُقَطِّعَنَّ
sungguh aku akan memotong
aydiyakum
أَيْدِيَكُمْ
tanganmu
wa-arjulakum
وَأَرْجُلَكُم
dan kakimu
min
مِّنْ
dari
khilāfin
خِلَٰفٍ
berlainan
thumma
ثُمَّ
kemudian
la-uṣallibannakum
لَأُصَلِّبَنَّكُمْ
sungguh aku akan menyalibmu
ajmaʿīna
أَجْمَعِينَ
semuanya

“La'uqaţţi`anna 'Aydiyakum Wa 'Arjulakum Min Khilāfin Thumma La'uşallibannakum 'Ajma`īna.” (al-ʾAʿrāf/7:124)

Artinya:

“Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian aku akan menyalib kamu semua.”” (QS. Al-A'raf: 124)

Melihat mereka tidak kembali dan tetap teguh dengan keimanan mereka, Fir'aun lanjut mengancam, "Aku bersumpah demi kekuasaanku, pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang; tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya, kemudian dengan keadaan yang menyeramkan ini, aku benar-benar akan menyalib kamu semua, tanpa terkecuali, dengan mengikat kaki dan tangan kamu di batang pohon kurma." Itu semua dilakukan agar menjadi peringatan bagi siapa yang hendak menipu dan melawan kekuasaan Fir'aun.