Skip to main content

فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَاَغْرَقْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ بِاَنَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَكَانُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ   ( ٱلْأَعْرَاف: ١٣٦ )

fa-intaqamnā
فَٱنتَقَمْنَا
maka Kami menghukum
min'hum
مِنْهُمْ
dari mereka
fa-aghraqnāhum
فَأَغْرَقْنَٰهُمْ
maka Kami tenggelamkan mereka
فِى
dalam
l-yami
ٱلْيَمِّ
laut
bi-annahum
بِأَنَّهُمْ
dengan (sebab) mereka
kadhabū
كَذَّبُوا۟
mereka mendustakan
biāyātinā
بِـَٔايَٰتِنَا
pada ayat-ayat Kami
wakānū
وَكَانُوا۟
dan adalah mereka
ʿanhā
عَنْهَا
daripadanya (ayat-ayat)
ghāfilīna
غَٰفِلِينَ
orang-orang yang lalai

“Fāntaqamnā Minhum Fa'aghraqnāhum Fī Al-Yammi Bi'annahum Kadhdhabū Bi'āyātinā Wa Kānū `Anhā Ghāfilīna.” (al-ʾAʿrāf/7:136)

Artinya:

“Maka Kami hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A'raf: 136)

Karena mereka mengingkari janji untuk percaya kepada ajaran tauhid yang dibawa Nabi Musa, atau mengingkari janjinya membiarkan Bani Israil berhijrah bersama Nabi Musa, dan terus berada dalam kekufuran, maka Kami membalas mereka dengan siksa yang lebih berat daripada siksa yang pernah mereka rasakan. Lalu ketika siksa itu datang, Kami tenggelamkan mereka di laut, yaitu Laut Merah, disebabkan karena sesungguhnya mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami yang demikian agung dan jelas, dan mereka sejak dulu hingga kini adalah orang-orang yang lalai padanya.