Skip to main content

فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ اِلٰٓى اَجَلٍ هُمْ بَالِغُوْهُ اِذَا هُمْ يَنْكُثُوْنَ  ( ٱلْأَعْرَاف: ١٣٥ )

falammā
فَلَمَّا
maka setelah
kashafnā
كَشَفْنَا
Kami hilangkan
ʿanhumu
عَنْهُمُ
dari mereka
l-rij'za
ٱلرِّجْزَ
azab
ilā
إِلَىٰٓ
hingga
ajalin
أَجَلٍ
waktu yang ditentukan
hum
هُم
mereka
bālighūhu
بَٰلِغُوهُ
sampai kepadanya
idhā
إِذَا
tiba-tiba
hum
هُمْ
mereka
yankuthūna
يَنكُثُونَ
mereka ingkari

“Falammā Kashafnā `Anhumu Ar-Rijza 'Ilaá 'Ajalin Hum Bālighūhu 'Idhā Hum Yankuthūna.” (al-ʾAʿrāf/7:135)

Artinya:

“Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji.” (QS. Al-A'raf: 135)

Memenuhi permintaan itu, Nabi Musa pun berdoa kepada Allah agar azab itu dihilangkan, dan Allah pun mengabulkannya. Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka, berkat doa Nabi Musa, satu demi satu, dari saat ke saat, sesuai permintaan mereka, dan ini berlanjut hingga batas waktu yang harus mereka penuhi, ternyata tiba-tiba mereka ingkar janji yang telah disampaikannya itu dan terus berada dalam kekufuran dan kesesatan. Mereka kembali seperti sedia kala. Cobaan-cobaan yang pedih itu tidak ada gunanya bagi mereka.