Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَقَالَتْ
dan berkatalah
أُولَىٰهُمْ
orang-orang terdahulu
لِأُخْرَىٰهُمْ
kepada orang-orang yang terakhir
فَمَا
maka tidak
كَانَ
ada
لَكُمْ
bagi kalian
عَلَيْنَا
atas kami
مِن
dari
فَضْلٍ
kelebihan
فَذُوقُوا۟
maka rasakanlah
ٱلْعَذَابَ
siksaan
بِمَا
dengan apa
كُنتُمْ
kalian adalah
تَكْسِبُونَ
kamu kerjakan

Wa Qālat 'Ūlāhum Li'khrāhum Famā Kāna Lakum `Alaynā Min Fađlin Fadhūqū Al-`Adhāba Bimā Kuntum Taksibūna.

Tafsir Bahasa:

Dan orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan, “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan.”

(39) Dalam ayat ini dijelaskan, bagaimana cara pemimpin-pemimpin mereka berlepas diri dan tanggungjawab dari tuntutan pengikut-pengikutnya. Pemimpin-pemimpin yang telah lebih dahulu masuk neraka mengatakan; "Kalau memang seperti yang kamu tuduhkan itu, bahwa kami menyesatkan kamu dan hendaklah azab kami dilipatgandakan dari azab yang kamu terima, maka sekarang kamu rasakan azab neraka ini karena kebodohanmu, mau disesatkan dari jalan yang benar. Kami tidak memaksamu untuk mengikuti kami tetapi kamu sendirilah yang memilih jalan yang sesat itu, berbuat dosa dan mendurhakai Allah. Begitulah akhirnya, mereka saling salah menyalahkan dan hal itu tidak ada gunanya lagi, karena mereka akan sama-sama berada dalam api neraka yang bergejolak itu. Firman Allah; Dan (harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu. (az-Zukhruf/43; 39)