Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
قَالَ
(Nuh) berkata
يَٰقَوْمِ
wahai kaumku
لَيْسَ
tidaklah
بِى
denganku
ضَلَٰلَةٌ
kesesatan
وَلَٰكِنِّى
akan tetapi aku
رَسُولٌ
utusan
مِّن
dari
رَّبِّ
Tuhan
ٱلْعَٰلَمِينَ
semesta alam

Qāla Yā Qawmi Laysa Bī Đalālatun Wa Lakinnī Rasūlun Min Rabbi Al-`Ālamīna.

Tafsir Bahasa:

Dia (Nuh) menjawab, “Wahai kaumku! Aku tidak sesat; tetapi aku ini seorang Rasul dari Tuhan seluruh alam.

(61) Ayat ini menerangkan penolakan Nabi Nuh terhadap tuduhan kaumnya dengan menegaskan bahwa dia sekali-kali tidak berada dalam kesesatan, karena ia sebenarnya adalah utusan Allah dan yang diserukannya itu bukanlah timbul dari pikirannya semata yang mungkin didorong oleh kepentingan pribadi. Tetapi apa yang dikemukakan itu adalah wahyu Allah yang pasti kebenaranya, karena itu harus disampaikan kepada mereka agar mereka dapat mencapai kebahagiaan dan terhindar dari kebinasaan akibat mempersekutukan Allah.