Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
قَالَ
berkata
ٱلْمَلَأُ
pemuka-pemuka
مِن
dari
قَوْمِهِۦٓ
kaumnya
إِنَّا
sesungguhnya
لَنَرَىٰكَ
kami memandang kamu
فِى
dalam
ضَلَٰلٍ
kesesatan
مُّبِينٍ
yang nyata

Qāla Al-Mala'u Min Qawmihi 'Innā Lanarāka Fī Đalālin Mubīnin.

Tafsir Bahasa:

Pemuka-pemuka kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.”

(60) Allah dalam ayat ini menerangkan bahwa para pemimpin kaum Nuh berpendapat sesungguhnya Nabi Nuh, itulah yang berada dalam kesesatan, disebabkan Nabi Nuh melarang mereka menyembah berhala, yang mereka anggap sebagai penolong mereka di hadapan Allah dan sebagai perantara untuk mendekatkan mereka kepada-Nya. Demikianlah tingkah laku orang-orang kafir itu, bahkan mereka sering menuduh bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah itu adalah orang yang sesat, sebagaimana tersebut dalam firman Allah yaitu; Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat". (al-Muthaffifin/83; 32) Firman Allah; Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Sekiranya Al-Qur'an itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya." Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka akan berkata, "Ini adalah dusta yang lama." (al-Ahqaf/46; 11)