Skip to main content

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ ࣖ  ( ٱلْإِنْفِطَار: ١٩ )

yawma
يَوْمَ
hari
لَا
tidak
tamliku
تَمْلِكُ
berdaya/berkuasa
nafsun
نَفْسٌ
manusia
linafsin
لِّنَفْسٍ
bagi diri/seseorang
shayan
شَيْـًٔاۖ
sesuatu/sedikitpun
wal-amru
وَٱلْأَمْرُ
dan urusan
yawma-idhin
يَوْمَئِذٍ
pada hari itu
lillahi
لِّلَّهِ
bagi Allah

“Yawma Lā Tamliku Nafsun Linafsin Shay'āan Wa Al-'Amru Yawma'idhin Lillāhi” (al-ʾInfiṭār/82:19)

Artinya:

“(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.” (QS. Al-Infitar: 19)

Hari pembalasan itu adalah pada hari ketika seseorang sama sekali tidak berdaya menolong orang lain. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan amalnya sendiri. Hanya iman dan amal saleh yang mampu menyelamatkan seseorang dari siksa neraka. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. Dialah penguasa tunggal; tidak ada penguasa lain selain Dia.