Skip to main content

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ  ( ٱلنَّحْل: ٤٣ )

wamā
وَمَآ
dan tidak
arsalnā
أَرْسَلْنَا
Kami mengutus
min
مِن
dari
qablika
قَبْلِكَ
sebelum kamu
illā
إِلَّا
kecuali/melainkan
rijālan
رِجَالًا
orang laki-laki
nūḥī
نُّوحِىٓ
Kami beri wahyu
ilayhim
إِلَيْهِمْۚ
kepada mereka
fasalū
فَسْـَٔلُوٓا۟
maka tanyakanlah
ahla
أَهْلَ
ahli/mempunyai pengetahuan
l-dhik'ri
ٱلذِّكْرِ
dzikir
in
إِن
jika
kuntum
كُنتُمْ
kalian adalah
لَا
tidak
taʿlamūna
تَعْلَمُونَ
(kalian) mengetahui

“Wa Mā 'Arsalnā Min Qablika 'Illā Rijālāan Nūĥī 'Ilayhim Fās'alū 'Ahla Adh-Dhikri 'In Kuntum Lā Ta`lamūna.” (an-Naḥl/16:43)

Artinya:

“Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,” (QS. An-Nahl: 43)

Pengutusan para nabi dan rasul adalah sesuatu yang hak dan benar adanya. Dan Kami tidak mengutus kepada umat manusia sebelum engkau, wahai Muhammad, melainkan orang laki-laki terpilih yang memiliki keistimewaan dan ketokohan dari kalangan manusia, bukan malaikat, yang Kami beri wahyu kepada mereka melalui utusan Kami, Jibril agar disampaikannya kepada umat mereka; maka bertanyalah, wahai orang yang meragukan keesaan Allah dan tidak mengetahui tuntunan-Nya, kepada orang yang mempunyai pengetahuan tentang nabi dan kitab-kitab Allah, jika kamu tidak mengetahui. (Lihat: Surah al-Anbiya /21: 7“8 dan al-Jinn/72: 6)