Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
إِذْ
ketika
تَبَرَّأَ
berlepas tangan
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ٱتُّبِعُوا۟
(mereka) diikuti
مِنَ
dari
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ٱتَّبَعُوا۟
(mereka) mengikuti
وَرَأَوُا۟
dan mereka melihat
ٱلْعَذَابَ
siksa
وَتَقَطَّعَتْ
dan terputuslah
بِهِمُ
dengan mereka
ٱلْأَسْبَابُ
sebab-sebab/hubungan

'Idh Tabarra'a Al-Ladhīna Attubi`ū Mina Al-Ladhīna Attaba`ū Wa Ra'aw Al-`Adhāba Wa Taqaţţa`at Bihim Al-'Asbābu.

Tafsir Bahasa:

(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.

(166, 167) Pada saat menerima azab di akhirat mereka melihat sesembahan yang mereka sembah selagi di dunia, berlepas diri dari mereka dan menyatakan tidak bertanggung jawab atas kesesatan dan kekeliruan mereka dalam menyembah selain Allah. Karena itu mereka mengharap-harap kiranya mereka diberi kesempatan hidup kembali di dunia, agar mereka dapat menyembah Allah saja dan berlepas diri dari berhala serta pemimpin-pemimpin yang mereka sembah dahulu. Dengan demikian mereka tidak akan mengalami kepahitan dan kegetiran seperti yang mereka alami itu. Tetapi harapan itu sia-sia belaka karena nasi telah menjadi bubur. Mereka akan tetap berada dalam neraka dan tidak dapat keluar lagi dari sana, baik untuk kembali ke dunia guna memperbaiki akidah dan amalnya, ataupun untuk masuk ke surga, karena pintu surga tertutup bagi orang-orang musyrik.