Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَإِذَا
dan apabila
تَوَلَّىٰ
ia berpaling
سَعَىٰ
ia berjalan
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
bumi
لِيُفْسِدَ
untuk membuat kerusakan
فِيهَا
didalamnya
وَيُهْلِكَ
dan ia merusak
ٱلْحَرْثَ
tanam-tanaman
وَٱلنَّسْلَۗ
dan binatang ternak
وَٱللَّهُ
dan Allah
لَا
tidak
يُحِبُّ
menyukai
ٱلْفَسَادَ
kerusakan

Wa 'Idhā Tawallaá Sa`aá Fī Al-'Arđi Liyufsida Fīhā Wa Yuhlika Al-Ĥartha Wa An-Nasla Wa Allāhu Lā Yuĥibbu Al-Fasāda.

Tafsir Bahasa:

Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.

(205) Golongan manusia semacam ini, apabila ia telah berlalu dan meninggalkan orang yang ditipunya, ia melaksanakan tujuan yang sebenar-nya. Ia melakukan kerusakan-kerusakan di atas bumi; tanaman-tanaman dan buah-buahan dirusak dan binatang ternak dibinasakan, apalagi kalau mereka sedang berkuasa, di mana-mana mereka berbuat sesuka hatinya dan wanita-wanita dinodainya. Tidak ada tempat yang aman dari perbuatan jahatnya. Fitnah di mana-mana mengancam, masyarakat merasa ketakutan dan rumah tangga serta anak-anak berantakan karena tindakannya yang sewenang-wenang. Sifat-sifat semacam ini, tidak disukai Allah sedikit pun. Dia murka kepada orang yang berbuat demikian, begitu juga kepada setiap orang yang perbuatannya kotor dan menjijikkan. Hal-hal yang lahirnya baik, tetapi tidak mendatangkan maslahat, Allah tidak akan meridainya karena Dia tidak memandang cantiknya rupa dan menariknya kata-kata, tetapi Allah memandang kepada ikhlasnya hati dan maslahatnya sesuatu perbuatan. Sabda Nabi Muhammad saw; Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuhmu dan juga tidak kepada bentukmu, tetapi Allah (hanya) memandang kepada hatimu. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra)