Skip to main content

وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ   ( ٱلْبَقَرَة: ٢٠٥ )

wa-idhā
وَإِذَا
dan apabila
tawallā
تَوَلَّىٰ
ia berpaling
saʿā
سَعَىٰ
ia berjalan
فِى
di
l-arḍi
ٱلْأَرْضِ
bumi
liyuf'sida
لِيُفْسِدَ
untuk membuat kerusakan
fīhā
فِيهَا
didalamnya
wayuh'lika
وَيُهْلِكَ
dan ia merusak
l-ḥartha
ٱلْحَرْثَ
tanam-tanaman
wal-nasla
وَٱلنَّسْلَۗ
dan binatang ternak
wal-lahu
وَٱللَّهُ
dan Allah
لَا
tidak
yuḥibbu
يُحِبُّ
menyukai
l-fasāda
ٱلْفَسَادَ
kerusakan

“Wa 'Idhā Tawallaá Sa`aá Fī Al-'Arđi Liyufsida Fīhā Wa Yuhlika Al-Ĥartha Wa An-Nasla Wa Allāhu Lā Yuĥibbu Al-Fasāda.” (al-Baq̈arah/2:205)

Artinya:

“Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.” (QS. Al-Baqarah: 205)

Dan di antara perbuatannya ialah apabila dia berpaling dari engkau, tidak lagi bersama engkau, dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, melakukan berbagai kejahatan seperti merusak tanam-tanaman, dan membunuh binatang ternak, kepunyaan orang-orang yang beriman, sedang Allah tidak menyukai hamba-Nya berbuat kerusakan di muka bumi.