Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
هَلْ
apakah/tidakkah
يَنظُرُونَ
mereka menanti-nanti
إِلَّآ
kecuali/melainkan
أَن
bahwa
يَأْتِيَهُمُ
datang kepada mereka
ٱللَّهُ
Allah
فِى
dalam
ظُلَلٍ
naungan
مِّنَ
dari
ٱلْغَمَامِ
awan
وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ
dan Malaikat
وَقُضِىَ
dan telah diputuskan
ٱلْأَمْرُۚ
perkara
وَإِلَى
dan kepada
ٱللَّهِ
Allah
تُرْجَعُ
dikembalikan
ٱلْأُمُورُ
perkara

Hal Yanžurūna 'Illā 'An Ya'tiyahum Allāhu Fī Žulalin Mina Al-Ghamāmi Wa Al-Malā'ikatu Wa Quđiya Al-'Amru Wa 'Ilaá Allāhi Turja`u Al-'Umūru.

Tafsir Bahasa:

Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya (azab) Allah bersama malaikat dalam naungan awan, sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan.

(210) Kemudian Allah menegaskan kepada orang yang bersifat demikian, tak ada yang ditunggu kecuali datangnya azab pada hari kiamat sebagaimana telah dijanjikan-Nya. Allah akan mendatangkan azab dan siksa-Nya berupa naungan awan yang semula mereka sangka akan membawa rahmat, padahal awan itu penuh dengan azab, yang dibawa oleh malaikat. Dalam ayat lain disebutkan; Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang. (al-Furqan/25;25). Hal ini pasti akan berlaku, karena telah menjadi ketetapan Allah dan tidak ada jalan lagi untuk menghindarinya, karena memang segala sesuatunya akan dikembalikan kepada Allah. Kiranya tidak banyak waktu lagi bagi orang yang belum juga sadar dan bagi pelanggar-pelanggar hukum Allah untuk cepat-cepat bertobat, meninggalkan perbuatan jahatnya sebelum meninggalkan dunia yang fana ini dan pindah ke alam baka.