Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
ثُمَّ
kemudian
تَوَلَّيْتُم
kamu berpaling
مِّنۢ
dari
بَعْدِ
sesudah
ذَٰلِكَۖ
demikian/itu
فَلَوْلَا
maka jika tidak
فَضْلُ
karunia
ٱللَّهِ
Allah
عَلَيْكُمْ
atas kalian
وَرَحْمَتُهُۥ
dan rahmatNya
لَكُنتُم
niscaya kamu adalah
مِّنَ
dari
ٱلْخَٰسِرِينَ
orang-orang yang rugi

Thumma Tawallaytum Min Ba`di Dhālika Falawlā Fađlu Allāhi `Alaykum Wa Raĥmatuhu Lakuntum Mina Al-Khāsirīna.

Tafsir Bahasa:

Kemudian setelah itu kamu berpaling. Maka sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.

(64) Sesudah Bani Israil mengambil perjanjian dari Allah seperti disebutkan pada ayat yang lalu, mereka berpaling dan tidak menepati perjanjian itu. Mereka banyak melanggar ketentuan-ketentuan dalam Taurat, baik oleh nenek moyang mereka zaman dahulu maupun oleh mereka yang hidup kemudian. Umpamanya pada zaman mereka hidup di padang pasir yang tandus, mereka menentang Nabi Musa, menyakitinya, dan melawan segala perintahnya. Pada masa berikutnya mereka membunuh Nabi Yahya, mengingkari Nabi Isa bahkan merencanakan akan membunuhnya. Keingkaran mereka terhadap Nabi Muhammad saw, termasuk bukti penyelewengan mereka dari Taurat. Maka sudah sewajarnya mereka mendapat azab dari Allah, atau Allah melenyapkan nikmat dari mereka untuk selama-lamanya. Tetapi Allah tidak berbuat demikian, karena kasih sayang-Nya. Mereka tidak dibinasakan, dan Allah selalu membuka pintu tobat bagi yang ingin kembali ke jalan yang benar.