Skip to main content

ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَكُنْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ  ( ٱلْبَقَرَة: ٦٤ )

thumma
ثُمَّ
kemudian
tawallaytum
تَوَلَّيْتُم
kamu berpaling
min
مِّنۢ
dari
baʿdi
بَعْدِ
sesudah
dhālika
ذَٰلِكَۖ
demikian/itu
falawlā
فَلَوْلَا
maka jika tidak
faḍlu
فَضْلُ
karunia
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
ʿalaykum
عَلَيْكُمْ
atas kalian
waraḥmatuhu
وَرَحْمَتُهُۥ
dan rahmatNya
lakuntum
لَكُنتُم
niscaya kamu adalah
mina
مِّنَ
dari
l-khāsirīna
ٱلْخَٰسِرِينَ
orang-orang yang rugi

“Thumma Tawallaytum Min Ba`di Dhālika Falawlā Fađlu Allāhi `Alaykum Wa Raĥmatuhu Lakuntum Mina Al-Khāsirīna.” (al-Baq̈arah/2:64)

Artinya:

“Kemudian setelah itu kamu berpaling. Maka sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah: 64)

Pada awalnya kamu, Bani Israil, taat dengan ajakan Allah melalui Nabi Musa ini, namun kemudian setelah itu, yaitu pada saat kamu semua tidak lagi merasakan murka-Nya, kamu berpaling dan tidak lagi menaati ajaran ini. Maka sekiranya bukan karena karunia Allah berupa anugerah yang lebih dari semestinya dan bukan pula karena rahmat-Nya kepadamu dengan selalu membuka pintu tobat, pasti kamu akan langsung diazab karena keingkaran yang kamu perbuat. Bila ini terjadi, sudah pasti kamu semua termasuk orang yang rugi di dunia maupun di akhirat.