Skip to main content

اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى   ( طه: ١٥ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-sāʿata
ٱلسَّاعَةَ
hari kiamat
ātiyatun
ءَاتِيَةٌ
pasti datang
akādu
أَكَادُ
Aku hampir
ukh'fīhā
أُخْفِيهَا
Aku sembunyikan/rahasia
lituj'zā
لِتُجْزَىٰ
untuk dibalas
kullu
كُلُّ
tiap-tiap
nafsin
نَفْسٍۭ
diri
bimā
بِمَا
dengan apa
tasʿā
تَسْعَىٰ
ia usahakan

“'Inna As-Sā`ata 'Ātiyatun 'Akādu 'Ukhfīhā Litujzaá Kullu Nafsin Bimā Tas`aá.” (Ṭāʾ Hāʾ/20:15)

Artinya:

“Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.” (QS. Taha: 15)

Allah lalu menyusuli dengan prinsip berikutnya, yaitu keniscayaan kiamat. "Sungguh, hari kiamat itu akan datang tanpa ada keraguan sedikit pun tentangnya, namun Aku merahasiakan waktu kedatangannya. Karena itu, siapkanlah dirimu untuk menghadapinya. Hari kiamat itu merupakan suatu keniscayaan agar setiap orang yang mukalaf dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan dalam kehidupannya di dunia ini.”